Destinasi Wisata Halal di Indonesia Semakin top Pasca Kunjungan Raja Arab Saudi

by

Destinasi wisata halal atau yang lebih dikenal dengan sebutan muslim friendly tak bisa disepelekan lagi. Sejak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan 10 Destinasi Halal pada pertengahan 2016, progresnya semakin menggembirakan.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang family friendly. Angka wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata halal pun melonjak, terutama dari negara-negara Timur Tengah. Tahun lalu wisatawan di destinasi halal mencapai 2,7 juta, atau meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan kini, targetnya adalah 3,7 juta wisatawan atau 30 persen dibanding 2016.

Menurut Riyanto, destinasi wisata family friendly yang sangat terkenal adalah Lombok, Sumatera Barat, Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Riau, Jawa Timur, dan lainnya. “Tiga teratas untuk wisata muslim ditempati Lombok, Sumatera Barat, dan Aceh, lalu disusul Jakarta dan Jawa Barat”.

Riyanto menambahkan, destinasi wisata halal di Indonesia semakin top pasca-kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz pada Maret lalu. Raja berjuluk Pelayan Dua Kota Suci Islam itu merupakan endorser yang ampuh untuk mendongkrak wisatawan asal Timur Tengah agar berwisata ke Indonesia.

“Raja Salman meng-endorse, the best endorser yang nyaman bagi industri. Dan Indonesia kan by default sudah pasti muslim,” jelasnya. Untuk urusan wisata halal, Indonesia memang makin memperoleh pengakuan internasional. Ajang The World Halal Travel Summit & Exhibition 2015 di Abu Dabhi mengawali pengakuan dunia atas destinasi wisata halal di Indonesia.

Kala itu Indonesia menyabet tiga penghargaan sekaligus. Yakni World’s Best Family Friendly Hotel, World’s Best Halal Honeymoon Destination dan World’s Best Halal Tourism Destination. Setahun kemudian, penghargaan itu bertambah. Pada ajang The World Halal Tourism Award 2016, Indonesia menyabet 12 dari 16 kategori penghargaan. Menpar Arief Yahya memang merencanakan untuk menang sejak 2015.

Pengakuan juga datang dari MasterCard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017. Posisi Indonesia masuk tiga besar setelah Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA). Merujuk GMTI 2017, Indonesia juga mampu mengungguli Turki. Sebab, Turki pada GMTI 2016 berada di peringkat ketiga setelah Malaysia dan UEA, sedangkan Indonesia di posisi keempat.

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.