Terbuat Dari Sagu Tapi Bukan Untuk Dimakan, Inilah Masjid Wapauwe Yang Eksotis!

by

Apa yang tersirat dipikiranmu ketika mendengar kata Sagu? Nikmat dan mengenyangkan bukan? Namun, kali ini kamu akan terkagum dengan karya masyarakat Maluku pada masa lampau ini. Bagaimana tidak, sagu yang dikenal sebagai bahan makanan justru dimanfaatkan untuk bahan dasar pembangunan sebuah Masjid. Masjid ini merupakan yang tertua di Maluku, bahkan umurnya sudah mencapai 7 abad. Masjid Wapauwe, dimana nama Wapauwe sendiri menurut bahasa setempat berasal dari kata “Wapa” berarti “ bawah”. Hal ini dikarenakan bahwa letaknya berada di bawah pohon mangga.  Namun masyarakat sekitar pada umumnya banyak yang menyebutnya sebagai sebutan Masjid Sagu.

Namun untuk mengagumi masjid tua ini tak perlu kata mistis loh ONTripers. Karena masjid yang di bangun tanpa menggunakan kayu ataupun semen, masjid ini justru menggunakan pelepah sagu kering untuk membuatnya. Waw amazing kan? Bangunan induk dari masjid ini hanya berukuran 10×10 meter sedangkan bangunan tambahannya berupa serambi yang hanya berukuran 6,35×4,75 meter. Bukan hanya itu, kerennya lagi konstruksi bangunan induk dirancang tanpa menggunakan paku atau pasak di tiap sambungannya.

Meski sudah ada masjid baru di Desa Kaitetu, Wapauwe masih berfungsi sebagai tempat salat Jumat maupun salat lima waktu. Masjid tua ini memang direnovasi beberapa kali. Tak hanya eksterior, interior masjid pun juga masih sangat terawat. Di dalamnya terdapat bedug dan Al Quran tua yang kertasnya mulai termakan usia, inilah salah satu bukti masjid ini yang sudah tua.

Jika ONTripers ingin menyambangi Masjid Wapauwe. Dari Kota Ambon, kamu bisa menggunakan transportasi darat ke arah timur, menuju Negeri Passo. Di pertigaan menuju Passo, beloklah ke kiri dan lintasi jembatan. Kemudian akan bertolak ke utara, melewati pegunungan hijau dan jalanan menanjak. Dan sebelum tiba di Kaitetu, kamu akan melewati Negeri Hitu dengan jarak sekitar 22 Km dari Kota Ambon. Tiba di perempatan Hitu, berbeloklah ke arah kiri menyusuri pesisir utara Jazirah Hitu. Sekitar 12 Km dari sana, baru kamu akan tiba di Kaitetu.

Share agar Indonesia lebih eksis!

 

 

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.