Takjub! Goa ini Ternyata Berada di dalam Perut Bumi

by

Goa Jomblang merupakan salah satu dari ratusan kompleks goa Gunung kidul yang terkenal karena keunikan serta keindahan tak terbantahkan. Berlokasi di rentangan perbukitan karst pesisir selatan yang memanjang dari Gombong, Jawa Tengah hingga kawasan karst Pegunungan Sewu, Pacitan, JawaTimur, Gua Jomblang pernah dijadikan tempat pengambilan gambar Amazing Race Amerika pada tahun 2011. Guavertikal yang bertipe collapse doline initerbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran dengan luas mulut gua sekitar 50 meter persegi. Dalam bahasa Jawa sumuran juga dikenal dengan istilah luweng, hingga gua ini pun sering disebut dengan nama Luweng Jomblang.

Untuk memasuki Goa Jomblang diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau single rope technique (SRT). Oleh karena itu, siapa pun yang hendak caving di Jomblang wajib menggunakan peralatan khusus sesuai dengan standar keamanan caving di goavertikal serta harus didampingi oleh penelusur goa yang sudah berpengalaman.

Jika kamu memasuki goa ini, maka kamu akan mendapati pemandangan hijaunya hutan yang sangat subur, aneka lumut, paku-pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Hutan dengan vegetasi yang subur ini sering dikenal dengan nama hutan purba. Sejak proses runtuhnya tanah kebawah, vegetasi ini terus hidup dan berkembang biak hingga saat ini.

Dibalik keindahan dan keunikannya, goa ini ternyata memiliki sejarah yang sangat kelam. Konon goa ini dipakai sebagai lokasi pembunuhan masal anggota PKI. Ratusan anggota PKI diperkirakan menemui ajalnya di Goa Jomblang tersebut. Menurut cerita, mereka berkelompo kdijejerkan di bibir gua dengan tangan saling terikat satu dengan yang lain. Ketika salah satu ditembak sampai jatuh ke dalam goa maka anggota lainnya akan ikut terjatuh. Konon, di kedua goa ini, dahulu pernah dipakai sebagai lokasi pembunuhan missal anggota PKI (PartaiKomunis Indonesia). Ratusan bahkan mungkin ribuan anggota PKI, diperkirakan menemui ajalnya di kedua goa ini.

Menurut cerita yang beredar, warga yang dianggap terkait PKI dieksekusi di bibir goa dengan tangan saling terikat satu dengan yang lain. Ketika salah satu ditembak dan jatuh ke dalam goa, maka anggota Iainnya akan ikut terjatuh. Pemberontakan PKI pada tahun 1965 silam telah menjadi sejarah kelam yang tidak akan pernah terlupakan oleh bangsa Indonesia.

Operasi penumpasan kroni-kroni PKI ini terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Gunung kidul, Yogyakarta. Lokasi penumpasan tersebut di antaranya terjadi di Goa Jomblang dan Goa Grubug, keduanya berada di Dusun Jetis, Desa Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Peristiwa tersebut terjadi antara tahun 1966-1968. Di goa ini, puluhan tahun silam menjadi lokasi pembantaian antek-antek PKI Orang- orang yang terkait dengan gerakan komunis tersebut dibunuh dan dilemparkan kedalam lubang raksasa yang memiliki kedalaman hampir 100 meter itu. Meski sudah terjadi hampir 50 tahun lalu, namun cerita pembantaian pengikut PKI saat itu masih diingat hingga sekarang. Saat pembantaian, warga yang tinggal di sekitar lokasi goa tidak ada yang berani untuk keluar rumah.

Pembantaian ini dilakukan pada malam hari. Pembantaian ini hamper berlangsung setiap malam. Orang orang yang akan dieksekusi diturunkan  dari kendaraan di jalan raya, dan kemudian disuruh jalan kaki menuju kebibir goa. Setelah sampai di bibir goa, satu persatu pengikut PKI Iangsung dieksekusi dan mayatnya dibuang ke dalam goa. Terkadang terdengar suara jeritan yang menyayat hati. Tak begitu kentara suara jeritan itu. Sekilas, seperti jeritan meminta pertolongan yang teramat memelas. Meski tidak bisa memperkirakan waktu yang tepat, tapi suara itu kadang terdengar saat malam tidak ada bulan, atau ketika mendung yang tebal menutupi bintang-bintang.

Tetapi, jika kita berada di dasar Goa Jomblang adalah hal yang tidak mungkin mudah untuk dilupakan. Selain beberapa tumbuhan subur, penjelajah dapat beristirahat pada sebuah bilik bentukan alam. Lorong penghubung antara goa Jomblang dengan Goa Grubug cukup lebar dengan panjang sekitar 500 meter. Untuk menyusuri lorong tersebut dapat dengan mudah dilalui karena terdapat jalan setapak yang terbentuk dari bebatuan yang disusun memanjang. Tetapi kita juga harus berhati-hati karena jalan tersebut sangat licin karena udara dalam gua yang lembab.

Setelah sampai pada ujung lorong yang merupakan dasar goa Grubug, kita bisa melihat keindahan yang luar biasa. Terdapat dua stalagmit yang cukup besar berwarna hijau kecoklatan berdiri tegak di tengah dasar gua Grubug. Dan ini surge dunia itu sebenarnya. Apabila kita dapat mencapai dasar gua Grubug tepat pukul 13.00 WIB akan dapat melihat pemandangan yang eksotik dari sinarmatahari yang menerobos masuk kedalam kegelapan kedasar gua Grubug. Disini, juga terdapat aliran sungai yang berasal dari Kali suci terletak pada sisi sebelah utara dari stalagmite besar tersebut.

Jika musim kemarau, aliran sungai tersebut bisa ditelusuri dengan perahu karet. Aliran sungai menghubungkan dasar gua Grubug dengan beberapa gua lainnya di wilayah pegunungan karst. Sinar matahari juga menyentuh sejumlah stalagtit dan stalagmit yang terbentuk dari tetesan air selama ribuan tahun. Disini, juga terdapat aliran sungai yang berasal dari Kali suci terletak pada sisi sebelah utara dari stalagmite besar tersebut. Bagaimana menurutmu? keren bukan?

 

Share agar Indonesia lebih eksis!

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.