Bukan Sembarang Pesta, Budaya Ini Dipercayai Dapat Membawa Berkah

by

Budaya unik yang satu ini diselenggarakan oleh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Bertujuan untuk memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain seorang cucu dari Nabi Muhammad SAW. Kata Tabuik diambil dari bahasa Arab dengan kata “tabut” artinya peti kayu. Setiap awal Muharram, masyarakat Pariaman di Sumatera Barat menggelar pesta arak-arakan. Hoyak Tabuik, ini bukan sembarang pesta loh ONTripers, tetapi lebih tepatnya ritual bernuansa sejarah keagamaan.

Meski berdesakan, puluhan ribu orang antusias mengikuti tradisi tahunan ini. Mereka datang dari berbagai penjuru, memadati jalanan yang dilewati arakan tabuik. Tabuik merupakan patung kuda besar berkepala manusia setinggi 20 meter. Satu dinamakan Tabuik Pasa karena dikerjakan masyarakat Pasa atau Pasar dan Tabuik Subarang yang dibuat oleh warga Seberang. Kedua wilayah tersebut lokasinya dibelah oleh sungai.

Setelah selesai, kedua tabuik dipertemukan, lalu diarak ke Pantai Gandoriah. Beragam alat kesenian dan tradisi khas Minang, mengiringi arak-arakan tabuik. Festival ini dianggap membawa berkah, dibuatnya tabuik raksasa dimana bagian-bagian dari patung tersebut memiliki arti. Bagian bawah tabuik dianggap perwujudan urak, buraq dan peti melambangkan buraq yang menjemput jenazah Hussein bin Ali, hingga tabuhan gendang pun disimbolkan untuk mengenang peristiwa yang menyebabkan Hussein bin Ali tewas.

Tabuik secara keseluruhan bermakna peti Husein yang dibawa oleh Buraq ke surga. Selain itu, Tabuik memiliki maksud untuk mengenang perjuangan yang telah dilakukan oleh Husein dalam membela agama. Keyakinan ini tetap dipertahankan oleh masyarakat, meski penyelenggaraannya kini sudah dipegang oleh Dinas Pariwisata sebagai salah satu festival unggulan di kawasan Kota Pariaman.

Share agar Indonesia lebih eksis!

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.