9 Tips Mempermudahmu Ketika Ingin Travelling Hemat

by
  1. Set Your Goals

Biasanya setiap tahun bikin whist list tahunan mau jalan kemana aja. Ya bikin wish alias travel listnya juga yang masuk akal disesuaikan dengan waktu (cuti) dan kemampuan (budget dan kegiatan). Ga mungkin kan kalau ga punya cuti lebih dari 12 hari tapi cita-cita keliling Indonesia 12 bulan *mimpi siang bolong, hehe. Sepertinya wish list adalah doa karena entah kenapa hampir terpenuhi dengan caranya sendiri walaupun ga 100%. Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuan traveling-mu? Sekedar opsi sempurna dikala penat atau malah sebuah harta karun? Konsep traveling versi backpacker apa plesir koper? Berapa lama perjalanan traveling-mu? Destinasi – kota atau negara tujuan? Ingin melihat alam, gunung, pantai, budaya, kota, menantang diri menaklukan rasa takut, melihat momen keajaiban alam yang hanya ada di kota tujuan, atau malah hanya berniat belanja? Setelah berhasil menjawab poin-poin di atas, maka barulah kita pergi ke step berikutnya untuk mengeksplore dunia yang ternyata ga selebar daun kelor melalui dunia maya.

  1. Browsing & Searching

Cara paling mudah traveling tanpa mengeluarkan budget yang besar tanpa perlu lelah adalah duduk manis di depan laptop atau gadget dan kemudian browsing dengan mengetikkan kata kunci destinasi atau tempat wisata. Tapi yakinlah, membaca dan melihat foto-foto di blog juga website traveling hanya akan membuatmu makin pengen cepet-cepet pergi ke destinasi! Perbanyaklah mengeksplore informasi yang mengulas tentang tempat wisata, transportasi menuju lokasi, akomodasi, budget sampai dengan waktu yang tepat untuk mengunjungi lokasi. Misalnya mengunjungi pantai A lebih cocok saat matahari terbit. Jika masih bingung, tidak ada salahnya bertanya pada sang pemilik blog atau thread webiste tersebut. Kalau memiliki teman yang tinggal di kota yang sama dengan tujuan akan lebih baik lagi, karena informasi yang didapat pastinya lebih update dan siapa tau sang teman berbaik hati mau menemani *asal jangan malah bikin repot ya.

  1. Mapping

Setelah browsing dan mengetahui destinasi atau tempat yang ingin dikunjungi, maka cobalah untuk memetakan berdasarkan jarak dan waktu melalui googlemaps kemudian buatlah jadwal destinasi yang satu jalur sehingga sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

  1. Budget

Poin ini adalah yang paling penting dari seluruh itinerary karena para peserta bisa mundur teratur jika budget yang dibuat dirasa tidak masuk akal. Berhubung konsep jalan suka hemat biasanya aku ambil harga kisaran paling umum berdasarkan ulasan, tapi ga ada salahnya untuk nyoba nawar atau nyari yang lebih murah. Budget dapat ditekan dengan cara share cost dimana konsep lebih banyak orang lebih murah kalau beban bersama dibagi rata *asal jangan berbagi beban kehidupan aja ya ONTripers, hehe. Pilih penginapan ala guest house atau homestay yang penting bersih juga ga masalah. Makan ala kadarnya, kadang malah ada yang niat bawa pop mie atau makan sepiring berdua sama temen biar disangka romantis, biasanya aku budget 1x makan Rp 25.000,- cari di dekat pasar banyak yang murah. Urusan transportasi, klo masih ada angkutan umum 24 jam sih enak. Sayangnya, kalau ga ada maka sewa mobil atau numpang kendaraan lewat jadi pilihan. Paling irit numpang mobil bak, bayar seikhlasnya, hehe.

  1. Racik Bahan menjadi Menu Paket Lengkap

Pindahkan semua data hasil riset kecil-kecilan ke dalam file excel atau tabel manual.
Cara mudah membuatnya dengan membuat beberapa kolom berikut :

  1. Jumlah Hari saat Travel : Pengalaman selama travel panjang yang diingat jumlah hari bukan nama hari & tanggal
    b. Hari & Tanggal
    c. Waktu : Jadwal dihitung permenit dan perjam sesuai kegiatan
    d. Kota : Jika kamu berpindah kota, ada baiknya menuliskan nama kota
    e. Kegiatan dan lokasi : Aktivitas dan destinasi
    f. Transportasi : Apakah naik pesawat, mobil, kapal, bus, ojek, dan lainnya
    g. Biaya per grup : Jika biaya berupa sewa kapal, mobil atau kamar yang bisa dibagi bersama
    h. Biaya per orang : Hasil biaya pembagian perorang, biaya pribadi seperti tiket masuk tempat wisata, makan, penginapan, transportasi dan lainnya.
    i. Total biaya perhari : Total biaya perhari biasanya mempengaruhi jumlah uang tunai yang dibawa. Biasanya kalau di kota kecil yang tidak ada ATM, aku hanya bawa uang sesuai kebutuhan dan cadangan seperlunya. Setelah ketemu kota besar baru ambil uang tunai lagi jika masih dibutuhkan.
    j. Notes : catatan detail yang berisi informasi contact person, telpon referensi hotel, bus, tempat wisata, range harga tiket transportasi, harga menu makanan, peta, dan lainnya.

      6. Back up Data

Setelah itinerary lengkap dan disepakati bersama teman seperjalanan sependeritaan, email dalam versi excel, pdf dan foto/ jpg ke diri sendiri dan teman untuk disimpan dalam handphone dan juga diprint karena bisa aja baterai handphone mati di tengah jalan dengan penuh ketegangan. Dan biasanya selalu buat realisasi pengeluaran harian yang nantinya akan kits share ke teman seperjalanan.

  1. Nabung

Sehemat-hematnya liburan pasti tetep keluar uang dong, maka menabung demi traveling tenang tanpa utang adalah salah satu caranya. Banyak cara menuju Roma maka banyak juga cara untuk menabung seperti ga perlu belanja baju baru setiap bulan, ga harus nonton film setiap tayang perdana di bioskop, milih masak sendiri dibanding jajan diluar, buka tabungan bersama dengan teman satu trip, bahkan cari pekerjaan sampingan demi mengisi stempel di buku paspor. Itinerary dibuat bukan berarti harus dijalankan 100% loh. Kadang itinerary yang sudah dibuat sebegitu sempurna bisa amburadul ditengah jalan karena berbagai macam alasan seperti sakit saat perjalanan, kapal ga beroperasi, mesin kapal mati di tengah lautan, cuaca buruk tiba-tiba, sampe hal sepele gara-gara telat bangun. Maka belajar beradaptasi dan fleksibel tapi tetap tau tujuan akan membuat kita tetap bahagia berlipat ganda!

  1. Preferensi dan Referensi

Setiap traveler tentu memiliki gaya yang berbeda-beda dalam perjalanannya. Ada yang menyukai sejarah, kuliner, petualangan di alam, tur dalam kota, hingga wisata belanja. Masing-masing preferensi tersebut akan menentukan pula referensi macam apa yang perlu dipersiapkan selama menyusun itinerary dan budget untuk sebuah perjalanan. Namun, terkadang terlalu banyak referensi juga akan membuat kita bingung untuk menentukan mana saja yang ingin kita ambil atau kita kunjungi. Terutama jika kemudian biaya dan waktu menjadi faktor penentu tambahan. Biasanya untuk mempermudah, hanya mengambil yang ‘ter’ saja. Misalnya: terkuno, terbaik, tercantik, terunik, termegah, dan sebagainya. Yang kira-kira akan membuat perjalanan jauh lebih berkesan.

9. Tambahkan Detail

Tahap selanjutnya adalah dengan memecah dan menambahkan detail yang lebih terperinci dari masing-masing hari yang sudah dirancang pada tahap sebelumnya, termasuk sampai ke detail waktunya. Semakin detail semakin baik. Dan demi mempermudah, semua itu susun dalam bentuk tabel. Tabel tersebut biasanya terbagi atas beberapa kolom, yaitu: hari, kota, tanggal, kegiatan, waktu, aktifitas, transportasi, akomodasi, dan kolom catatan pelengkap. Kolom hari, kota, dan tanggal, jelas merupakan bawaan dari tahap sebelumnya, sedangkan kolom waktu merupakan detail pertama yang akan menjelaskan bagaimana pembagian waktu dalam satu hari. Untuk sebagian orang mungkin ini terkesan mengikat, namun sesungguhnya ini hanyalah cara untuk memberikan gambaran bagaimana suatu hari akan dihabiskan. Tentang pelaksanaannya, biasanya sangat fleksibel, tergantung situasi dan kondisi. Kecuali jika waktu itu dikerjakan untuk hal-hal yang krusial semacam perpindahan dari satu kota ke kota lainnya.

Kolom aktifitas menjelaskan tentang apa yang akan kita lakukan. Untuk hal-hal krusial dan spesifik di tuliskan apa adanya sesuai dengan kegiatannya. Misalnya: perkiraan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, atau mengunjungi objek wisata dan atraksi tertentu. Dari catatan tempat wisata yang mau di kunjungin, mulai kelompokin tempat wisata itu adanya di sebelah mana. Sambil urutin tempat-tempatnya. Biar waktu yang terpakai saat liburan bisa digunakan secara maksimal. Untuk mendukung kegiatan pengelompokan ini, bukalah teknologi yang bernama Google Maps.

Nah itulah tadi 9 tips untuk mempermuadah ketika hendak travelling teman-teman. Bagaimana menurut kalian?

 

Share agar Indonesia lebih eksis!

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.